No : 01/skjy/VI/2014
Perihal : Himbauan
Sifat : Penting
Assalamualaikum Wr.Wb,
Segala puja dan puji hanyalah milik Allah,
yang selalau memberi rahmat dan taufiknya kepada kita semua,
shalawat dan salam selalau tercurah kepada junjungan kita semua,
pemimpin umat Nabiyullah Muhammad Saw, keluarga, para sahabatnya,
dan seluruh umat-Nya sampai akhir zaman.
Yang saya hormati,Alim Ulama,Tokoh Masyarakat,Tokoh Tani,Tokoh Nelayan,
Tokoh Pemuda,dan Kepada saudara-saudaraku seDesa SUKAJAYA yang Kita cintai,
dan se Tanah Air Indonesia,yang Saya banggakan di manapun anda berada.
Dengan segala kerendahan hati,izinkan saya untuk menyapaikan beberapa hal yang
tentunya berkaitan dengan akun facebook SUKAJAYA CILAMAYA KULON,DAN blog SUKAJAYA UNTUK PERUBAHAN.
Dasar pemikiran saya membuat ini semua untuk memberikan informasi dan menampung aspirasi,pendapat,saran,masukan,kritik,yang tentunya demi perubahan yang lebih baik untuk Desa SUKAJAYA yang kita cintai.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan mohon ma'lum adanya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
SUKAJAYA UNTUK PERUBAHAN.
Sabtu, 21 Juni 2014
Selasa, 03 Juni 2014
Fenomena politik uang dalam pemilihan kepala desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon kabupaten Karawang
Fenomena politik uang dalam pemilihan kepala desa Sukajaya Kecamatan
Cilamaya Kulon kabupaten Karawang
Penelitian
tentang Pemilihan Kepala Desa secara langsung memperoleh nilai signifikan dalam
pembangunan demokrasi yang sehat dan dinamis.Demokrasi yang sehat harus
dipahami sebagai sebuah proses menuju masyarakat yang cerdas, mandiri dan
bermartabat. Pilkades dalam momentum untuk membangun kesadaran guna melahirkan
insan-insan yang berjiwa rasional, jujur, anti KKN (korupsi, kolusi dan
nepotisme) dan bertanggung jawab serta tidak melakukan berbagai bentuk penipuan
terhadap masyarakat dalam bentuk apapun. Politik Uang menjadi salah satu magnet
yang sangat menarik. Uang digunakan untuk mendanai kampanye dan untuk
menciptakan citra yang baik bagi calon kades.Permasalahan yang hendak dikaji
dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk-bentuk atau pola politik uang
yang terjadi pada pelaksanaan pilkades di Desa Sukajaya,Kecamatan Cilamaya Kulon,Kabupaten
Karawang..
Tujuan
Penelitian ini adalah (1) menjelaskan proses pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Sukajaya,
(2) menjelaskan bentuk-bentuk atau pola politik uang yang terjadi di masyarakat
Desa Sukajaya pada pelaksanaan pilkades beserta latar belakang yang melandasi
politik uang, (3) menjelaskan dampak dari politik uang yang terjadi di
masyarakat Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang (4)
menjelaskan aspirasi masyarakat dalam upaya mencegah atau menanggulangi politik
uang.
Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat
deskriptif, sumber data yang utama dalam penelitian ini adalah kata-kata atau
ucapan yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan. Informan terdiri atas
panitia pelaksanan pemilihan kepala desa, Kader, Tim sukses, Ketua BPD Desa Sukajaya,
sekertaris desa, masyarakat Desa Sukajaya. Jenis penelitian adalah studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan.Analisis data
dilakukan dengan pola Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan.
Hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1)Proses Pemilihan Kepala Desa Sukajaya
meliputi tahapan-tahapan pemilihan yang meliputi tahap pembentukan panitia,
Tahap Penjaringan bakal calon Kepala Desa, Tahap Penyaringan dan Penetapan
Bakal Calon, Tahap Pendaftaran Pemilih, Tahap Penentuan Nomor Urut Calon, Tahap
Kampanye, Tahap Pemilihan Kepala Desa, Tahap Penghitungan Suara, Tahap
Penetapan Calon terpilih, (2) bentuk-bentuk atau pola politik uang dan latar
belakang yang melandasi terjadinya politik uang di masyarakat desa Sukajaya Kecamatan
Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang adalah Pemberian uang antara Rp.25.00- Rp.50.000,
makan gratis pada saat pilkades, pemberian rokok, makanan dan minuman, latar belakang
yang melandasi politik uang adalah pembagian uang pada saat pilkades sudah
menjadi tradisi, jika tidak ada uang, warga Sukajaya cenderung tidak memilih,
dengan cara pemberian langsung dan terbuka dari calon kepala desa
(3) Dampak Politik Uang Yang terjadi
di Masyarakat Desa Sukajaya adalah aksi anarkhis terjadi dengan melakukan
pemblokiran jalan-jalan penghubung anatar dusun sehingga tidak bisa
terlewati, adanya sekelompok-sekelompok kecil yang arogan, berbicara
kasar pada saat menjelang pemilihan, serta merusak gambar-gambar calon,
(4)Upaya mencegah Politik uang pada masyarakat Desa Sukajaya adalah Masyarakat Sukajaya
memilih berdasarkan hati nurani, Mengadakan Sosialisasi Anti politik uang,
Mengadakan sosialisasi dan pendidikan politik masyarakat, penyadaran dan
pembelajaran politik.
Berdasarkan
penelitian ini disarankan agar masyarakat tidak terpikat dengan adanya
pemberian uang guna melancarakan jalannya pemilihan kepala desa, Bagi
pemerintah desa disarankan lebih tegas dan menjalankan peraturan hukum
yang berlaku dan mentaati Undang-undang yang berlaku pada pelaksanaan
pemilihan kepala desa berikutnya.
Sabtu, 31 Mei 2014
Kriteria Calon Kepala Desa Idaman
SUKAJAYA: tulisan ini saya tidak akan menyebutkan nama atau
siapa yang pantas menjadi Kepala Desa . Saya justru ingin mengajak teman-teman
mendiskusikan kriteria bakal calon kepala desa yang layak memimpin kita
kedepan.
Pertama, jujur dan amanah. Dia
harus berani berkata jujur dan tidak membohongi rakyat. Bukankah agama
memerintahkan kita untuk berkata jujur. Apa lagi seorang pemimpin.
Pertanggungjawaban seorang pemimpin itu bukan hanya kepada rakyat yang dia
pimpin tapi juga kepada Allah SWT. Amanah disini maksudnya, ia mampu
menjalankan pemerintahan berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yang
berlaku.
Kedua, transparan. Dia harus transparan (terbuka) akan keuangan dan program yang sedang dijalankan. Dia tidak boleh menutup-nutupi jumlah anggaran program baik berasal dari pemerintah maupun yang dikumpulkan dari masyarakat.
Masalah transparansi ini yang belakangan ini yang sering menjadi masalah ditingkat desa. Banyak kepala desa dipecat atau diminta mundur oleh masyarakat karena dianggap tidak transparan dan menyelewengkan keuangan desa. Dan kita tidak ingin hal itu terjadi didesa SUKAJAYA kedepan.
Masyarakat sekarang sudah pintar-pintar dan kritis. Karena mereka sudah banyak yang bisa mengenyam sekolah tinggi. Jadi mereka tahu mana anggaran yang benar dan mana program boong-boongan.
Kedua, transparan. Dia harus transparan (terbuka) akan keuangan dan program yang sedang dijalankan. Dia tidak boleh menutup-nutupi jumlah anggaran program baik berasal dari pemerintah maupun yang dikumpulkan dari masyarakat.
Masalah transparansi ini yang belakangan ini yang sering menjadi masalah ditingkat desa. Banyak kepala desa dipecat atau diminta mundur oleh masyarakat karena dianggap tidak transparan dan menyelewengkan keuangan desa. Dan kita tidak ingin hal itu terjadi didesa SUKAJAYA kedepan.
Masyarakat sekarang sudah pintar-pintar dan kritis. Karena mereka sudah banyak yang bisa mengenyam sekolah tinggi. Jadi mereka tahu mana anggaran yang benar dan mana program boong-boongan.
Ketiga, netral. Ia harus netral ditengah masyarakat. Bukan
berbuat atas tekanan dan intimidasi dari pihak tertentu. Bukankah masyarakat
dasa SUKAJAYA sekarang sudah terpecah belah ??. Ada sunnah
dan bid’ah. Ada pengikut ini dan pengikut itu. Maka kalau terjadi perselisihan
atau konflik, kepala desa harus bisa menetralisir atau mendamaikan kedua pihak.
Keempat, berani berkorban untuk rakyat. Seorang kepala desa sejatinya adalah pelayan rakyat karena ia diberikan jabatan dan gaji dari uang pajak rakyat. Maka seorang kepala desa harus memiliki mental pelayan bukan mental pejabat atau bos. Jadi bagaimana dia bisa membela rakyat kalau tidak berani berkorban untuk rakyat.
Kelima, tidak memperkaya diri dan keluarga. Kita juga tidak ingin aparat desa kita menjadi OKB (orang kaya baru) hanya karena sering memotong uang rakyat (korupsi). Ia juga tidak mudah memposisikan keluarganya atau kroninya pada posisi strategis dipemerintahan desa. Inilah penyakit bahaya yang harus dihindari oleh siapapun yang berkinginan menjadi pejabat desa.
Keempat, berani berkorban untuk rakyat. Seorang kepala desa sejatinya adalah pelayan rakyat karena ia diberikan jabatan dan gaji dari uang pajak rakyat. Maka seorang kepala desa harus memiliki mental pelayan bukan mental pejabat atau bos. Jadi bagaimana dia bisa membela rakyat kalau tidak berani berkorban untuk rakyat.
Kelima, tidak memperkaya diri dan keluarga. Kita juga tidak ingin aparat desa kita menjadi OKB (orang kaya baru) hanya karena sering memotong uang rakyat (korupsi). Ia juga tidak mudah memposisikan keluarganya atau kroninya pada posisi strategis dipemerintahan desa. Inilah penyakit bahaya yang harus dihindari oleh siapapun yang berkinginan menjadi pejabat desa.
Diluar 5 kriteria diatas, seorang calon kepala desa tentu
harus memiliki program kerja nyata dan masuk akal yang akan dikerjakan bila ia terpilih
menjadi kepala desa. Bila ia tidak memiliki program kerja yang jelas, itu
artinya tidak ubahnya kita membeli kucing dalam karung. Tidak jelas warna,
kesehatan dll.
Definisi Politik dan Ilmu Politik serta politik itu ilmu atau seni
Definisi Politik dan Ilmu Politik serta politik itu ilmu atau seni
Putra PasirputihSukajaya untuk perubahan.....
Tugas 1
1. Carilah definisi politik dan ilmu politik
2. Politik itu ilmu atau seni?
Jawaban
1. Definisi Politik dan Ilmu Politik
Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. politik adalah usaha menggapai kehidupan.pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat kearah kehidupan bersama yang harmonis. akan tetapi karena sifat manusia yang beraneka ragam dalam realitas sehari hari kita acap kali berhadapan dengan kegiatan yang tidak terpuji seperti yang dirumuskan peter merkl sebagai berikut : " politik dalam bentuk paling buruk adalah perebutan kekuasaan, kedudukan dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri. singkatnya politik adalah perebutankuasa takhta dan harta.
Definisi politik yang berkaitan dengan masalah konflik dan konsensus yaitu contohnya menurut Rod Hague et al : " politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya.
Berikut Konsep-Konsep Pokok dalam Politik :
1. Negara
para sarjana yang menekankan negara sebagai inti politik memusatkan perhatiannya pada lembaga-lembaga kenegaraan serta bentuk formalnya. salah satu ahli atau tokohnya adalah Roger F soltau dalam bukunya Introduction to politics mengatakan : " Ilmu politik mempelajari negara, tujuan tujuan negara... dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan tujuan itu, hubungan antara negara dengan warganya serta hubungan antar negara.
2. Kekuasaan
sarjana yang melihat kekuasan inti dari politik beranggapan bahwa politik adalah semua kegiatan yang menyangkut masalah memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan. Berikut beberapa definisi menurut pendekatan ini
* meburut Harold D Laswell dan A kaplan dalam power and society mengatakan : "ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan"
* menurut Ossip Fletchteim dalam Fundamental of Political Sciene menegaskan :"Ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan, berserta sifat dan tujuan dari gejala gejala kekuasaan lain yang tidak resmi yang dapat memengaruhi negara"
3. Pengambilan keputusan
pengambilan keputusan sebagai konsep pokok dari politik menyangkut keputuan-keputusan yang diambil secara kolektif mengikat seluruh masyarakat. Menurut Joyce Mitchell dalam bukunya Political Analysis and Public Policy mengatakan:"politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuat kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya".
4. Kebijakan Umum (Public Policy Beleid)
para sarjana menekankan aspek kebijakan umum menganggap bahwa setiap masyarakat mempunyai beberapa tujuan bersama. Slah satu ahli atau tokoh dalam pendekatan ini adalah Daavid Easton :"Ilmu politik adalah studi mengenai terbentuknya kebijakan umum. dalam bukunya The Political System mengatakan kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan yang memengauhi kebijakan dari pihak yang berwenang , yang diterima untuk suatu masarakat dan yang memengrauhi cara untuk melaksanakan kebijakan itu".
5. Pembagian (Distribution) atau Alokasi
Sarjana yang menekankan pembagian dan alokasi beranggapan bahwa politik tidak lain dan tidak bukan adalah membagikan dan mengalokasikan nilai nilai secara mengikat. Yang ditekankan pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. Definisi megenai pendekatan ini yaitu menurut Harold D Laswell dalam buku Who Gets What When How mengatakan:"Politik adalah masalah siapa mendapat apa kapan dan bagaimana".
2. Politik Itu Ilmu atau Seni?
Sebelum membahas politik itu ilmu atau seni perlu kita ketahui dulu Definisi dari ilmu dan seno. Ilmu pengetahuan setelah Pertemuan para sarjana Ilmu Politik di Paris pada tahun 1948 adalah keseluruhan dari pengetahuan yang terkoordinasi mengenai pokok pemikiran tertentu. Dan definisi seni menurut KBBI seni merupakan kesanggupan akal unuk menciptakan sesuatu yang bernilai tingggi . dengan cara mengekspresikan kreatifitas dan gagasannya.
Ditinjau dari definisi ILmu dan seni maka politik bisa disebut sebagai ilmu dan juga seni. politik sebagai ilmu karena politik mengkaji bagaimana mengelola suatu lembaga, membahas tata kelolakekuasaan, relasi rakyat, negara, pemerintah dan lainnya yang terikat hal-hal penyerahan kedaulatan individu kepada penguasa. Politik sebagai seni karena politik menyediakan ruang untuk politisi mengekspresikan gagasan, pola pikir, taktik atau strategi di bidang politik. Seni juga dapat digunakanuntuk melanggengkan kekuasaan penguasa dengan cara menyampaikan sebuah pemikiran dan kreatifitas untuk mempengaruhi orang. sebagai seni politik membutuhkan kepekaan rasa, seperti rasa prihatin dengan penderitaan rakyat.
sember :
Budiharjo, Miriam. 2008. Dasar Dasar Ilmu Politik. Jakata:Gramedia.
http://Kamusbahasaindonesia.org/seni
http://anthogoodwill.blogspot.com/
Kamis, 29 Mei 2014
SEJARAH DESA SUKAJAYA Kecamatan Cilamaya Kulon Karawang
SEJARAH DESA
SUKAJAYA
Kecamatan
Cilamaya Kulon Karawang
I. NAMA DAN ARTI DESA
a. Nama
Desa : Sukajaya
b. Arti Desa : Sukajaya terdiri dari dua suku kata “ SUKA
“ dan “ JAYA “. Menurut Kamus besar
Bahasa Indonesia SUKA artinya Senang, Cinta
JAYA artinya Menang jadi Sukajaya
bisa diartikan Senang atau Suka pada Kemenangan.
II. ASAL USUL DESA
Menurut PP
Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa bahwa Pembentukan suatu Desa dapat berupa
penggabungan beberapa Desa, atau bagian Desa yang bersangkutan atau Pemekaran
dari suatu desa menjadi dua desa atau lebih, atau pembentukan desa dari luar
desa yang telah ada.
Seiring dengan
perkembangan Penduduk, luas wilayah dan
melihat Potensi yang ada maka dengan tetap memperhatikan kondisi sosial budaya
atas hasil rembukan para tokoh Masyarakat dan melibatkan unsur terkait yang
dimotori oleh H. SIRAD ( Kepala Desa
Sukakerta ) pada saat itu dengan satu tekad dan niatan untuk memudahkan
pelayanan dan memakmurkan warga Masyarakat maka pada tanggal
16 Juni 1981 Desa SUKAKERTA sebagai Desa induk resmi di mekarkan menjadi 2
Desa. ( Desa Sukakerta sebagai Desa Induk dan Desa Sukajaya hasil Desa
Pemekaran ).
Untuk mengisi
Pemerintahan Desa Sukajaya pada saat itu yang baru dimekarkan maka H.
Sirad sebagai Kepala Desa Sukakerta mengusulkan Kepada Bupati Karawang
melalui Pembantu Bupati Wil. III Cikampek
untuk Mengangkat AYAT sebagai
Pjs Kepala Desa Sukajaya.
III. PERIODESASI PEMERINTAH DESA
Dalam
rangka menunjang Pemerintahan Desa agar terus berjalan sesuai dengan Peraturan
dan Perundang-undangan yang berlaku maka pada setiap Periode nya diadakan
Pemilihan Kepala Desa. Adapun Periodesasi Pemerintah Desa Sukajaya Sbb.
NO
|
N A M A
|
JABATAN
|
PERIODE
|
KET
|
01
|
Ayat
|
Kepala Desa
|
1981 - 1984
|
Pjs
|
02
|
M. Sastra
Wastara
|
Kepala Desa
|
1984 - 1992
|
Depinitif
|
03
|
Aan Solikhun
|
Kepala Desa
|
1992 - 1993
|
Pjs
|
04
|
M. Soaman
|
Kepala Desa
|
1993 - 2001
|
Definip
|
05
|
M. Raskim
|
Kepala Desa
|
2001 (
September )
|
Pjs
|
06
|
Abd. Ghopur Astra
|
Kepala Desa
|
2001 - 2008
|
Depinitif
|
07
|
Anas Nasuha
|
Kepala Desa
|
2008 ( Juni– Agustus )
|
Pjs
|
08
|
Cariwan Hanapi
|
Kepala Desa
|
2008 - 2014
|
Depinitif
|
IV LETAK GEOGRAFIS DAN DEMOGRAFI
-
Luas Wilayah : 507
-
Jumlah Penduduk : 5. 776
-
Batas – batas Desa : Sebelah
timur berbatasan dengan Desa Sukakerta
Sebelah selatan berbatasan dengan Desa
Pasirukem
Sebelah barat berbatasan dengan Desa
Pasirjaya
Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa
V. P E N U T U P
Demikian
Sejarah singkat tentang Desa Sukajaya, didalamnya pasti ada kekurangan dan
kelemahan untuk itu saran, kritik dan masukan sangat kami nantikan demi kesempunaan
sejarah Desa ini, namun demikian mudah-mudahan dari apa yang telah kami
gambarkan kiranya Para Pembaca sekalian bisa mengenal terhadap asal usul Desa
Sukajaya tercinta.
Ahirnya
kami ucapkan banyak – banyak terimakasih kepada para nara Sumber, Pelaku Sejarah yang telah
membantu memberikan keterangan.. semoga segala bentuk pengorbannya menjadi Amal
Ibadah. Amin….
Langganan:
Postingan (Atom)